Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin kemitraan strategis dengan organisasi massa Islam dan Kristen terkemuka di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kemitraan ini bertujuan memperkuat sistem deteksi dini (early detection) terhadap potensi konflik dan radikalisme dengan memanfaatkan jaringan dan kredibilitas ormas di tingkat masyarakat. Fokusnya adalah mengidentifikasi dan merespons cepat terhadap narasi-narasi kebencian atau provokasi yang dapat memecah belah sebelum menyebar luas. Akar masalah di Poso adalah warisan konflik komunal yang mendalam dan masih adanya kelompok-kelompok kecil yang berkepentingan menjaga ketegangan untuk tujuan tertentu. Dinamika konflik modern di daerah ini tidak lagi berupa bentrokan fisik terbuka, tetapi lebih pada perang narasi, penyebaran hoaks, dan polarisasi di media sosial yang berpotensi memicu kembali kekerasan jika tidak ada filter di tingkat komunitas. Pendekatan BNPT yang menggandeng ormas mainstream dari kedua belah pihak merupakan strategi yang cerdas karena menjadikan aktor lokal sebagai garda terdepan perdamaian. Solusi ini efektif karena ormas memiliki akses dan pengaruh yang tidak dimiliki oleh pemerintah pusat. Rekomendasi kebijakan lanjutan meliputi: (1) menyelenggarakan pelatihan teknis bagi kader ormas tentang analisis media sosial dan teknik debunking hoaks; (2) membentuk pusat informasi bersama yang dikelola oleh perwakilan ormas untuk memverifikasi isu-isu sensitif; dan (3) mengembangkan program ekonomi bersama yang melibatkan anggota dari kedua komunitas, menciptakan interdependensi ekonomi sebagai tameng terhadap konflik. Model kemitraan BNPT-ormas ini dapat menjadi prototipe untuk diterapkan di daerah-daerah lain dengan kerentanan serupa.