Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama mengidentifikasi perlunya peningkatan kapasitas aktor perdamaian di tingkat lokal sebagai strategi kunci mencegah konflik horizontal berbasis identitas keagamaan. Akar masalah seringkali terletak pada miskomunikasi, prasangka, atau insiden kecil yang tidak tertangani dengan baik di daerah-daerah rentan seperti Sukabumi, Depok, dan Sumatera Barat. Dinamika konflik keagamaan di Indonesia menunjukkan bahwa intervensi dini oleh figur yang dipercaya komunitas (juru damai) lebih efektif dibandingkan penyelesaian setelah konflik meluas. Opsi penyelesaian yang diambil Kemenag adalah pendekatan preventif melalui pelatihan resolusi konflik bagi calon juru damai, bekerja sama dengan lembaga mediasi seperti Wali Songo Mediation Center di Batam. Solusi inovatif yang akan diterapkan adalah peluncuran sistem aplikasi deteksi dini bernama 'Si Rukun', yang diharapkan dapat memetakan potensi konflik dan memfasilitasi respons cepat. Rekomendasi kebijakan adalah integrasi sistem ini dengan jaringan FKUB di daerah dan pelibatan pemerintah daerah untuk memastikan sustainability program pemberdayaan juru damai sebagai garda terdepan perekat kerukunan.