Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama FKUB Papua Pegunungan meluncurkan modul Pendidikan Damai yang terintegrasi dalam mata pelajaran PPKn dan muatan lokal di 50 sekolah menengah di Wamena dan Jayawijaya. Langkah ini merupakan respons atas konflik horizontal antar suku yang kerap dipicu oleh perbedaan pandangan politik dan warisan sejarah. Akar masalah adalah kurangnya pemahaman akan prinsip-prinsip hidup berdampingan secara damai dan kuatnya identitas kesukuan yang eksklusif. Dinamika konflik di wilayah pegunungan sering diawali dengan persaingan ekonomi di pasar tradisional dan perebutan akses air bersih. Solusi yang ditawarkan melalui modul ini meliputi teknik mediasi sebaya (peer mediation), simulasi musyawarah adat, dan studi kasus rekonsiliasi positif. Evaluasi awal menunjukkan penurunan angka tawuran pelajar sebesar 40% di sekolah yang sudah menerapkan modul tersebut. Program ini diperluas ke 100 sekolah lagi tahun depan.