Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar forum silaturahmi dengan puluhan ormas Islam dan tokoh agama sebagai bagian dari upaya preemptif mencegah paham radikal dan intoleransi yang dapat memicu konflik horizontal di ibu kota. Akar masalah di wilayah urban seperti Jakarta adalah mudahnya paham ekstrem menyusup melalui jaringan daring dan offline, memanfaatkan ketidakpuasan sosial ekonomi serta keberagaman yang tinggi. Forum ini bertujuan membangun kesamaan persepsi tentang ancaman bersama dan memperkuat ketahanan masyarakat. Dalam forum tersebut, Kapolda Metro Jaya menekankan pentingnya sinergi tripartit antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sipil (ormas & tokoh agama) dalam menciptakan ekosistem yang tidak memberi ruang bagi intoleransi. Ormas dan tokoh agama diakui memiliki peran sentral sebagai frontliner yang memahami dinamika akar rumput dan dapat memberikan pencerahan yang kontekstual. Kolaborasi ini diarahkan untuk deteksi dini kelompok rentan terpapar radikalisme dan penyediaan alternatif narasi moderat. Strategi solutif yang dapat dikembangkan dari forum ini adalah: pertama, membentuk jaringan komunikasi rutin antara Polda dengan ormas/tokoh agama untuk sharing informasi early warning. Kedua, menyusun modul kontra-narasi radikal yang sesuai dengan bahasa dan kultur masyarakat metropolitan. Ketiga, mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang inklusif sebagai antivirus terhadap narasi ekstrem yang menjanjikan solusi instan. Pendekatan soft power melalui kerja sama ini dianggap lebih berkelanjutan daripada penanganan represif semata.