Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meluncurkan pilot program deradikalisasi berbasis komunitas di 10 desa di Jawa Timur yang rawan paparan ideologi ekstrem. Pendekatan ini melibatkan tokoh agama, guru, dan pemuda sebagai agen perdamaian. Akar masalah penyebaran paham radikal sering menyusup melalui kegiatan keagamaan yang tidak terawasi dan kemiskinan struktural. Opsi penyelesaian mencakup pembentukan pusat belajar multikultural, pelatihan ekonomi kreatif bagi rentan radikalisasi, serta pemantauan oleh tim keamanan desa. BNPT menargetkan 70% peserta program menunjukkan penurunan simpati terhadap ideologi kekerasan dalam enam bulan.