Analisis
Wakapolres SBB Pimpin Mediasi Damai Pasca Bentrok Warga di Kairatu, Semua Pihak Sepakat Jaga Kamtibmas
15 April 2026, 00:00
6 views
Bentrokan antar kelompok pemuda dari dusun berbeda di Desa Kamarian, Kecamatan Kairatu, Seram Bagian Barat, mengindikasikan masalah laten perebutan ruang dan ekspresi identitas di kalangan generasi muda. Pemicu teknis seperti penggunaan knalpot brong dan toa kendaraan hanyalah simbol dari persaingan dan ketegangan yang telah terakumulasi. Konflik ini berpotensi meluas karena ikatan primordial kedaerahan yang kuat di Maluku.
Wakapolres SBB, Kompol Beni Kurniawan, memimpin mediasi yang melibatkan unsur TNI (Babinsa), pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemuda. Poin kunci kesepakatan adalah komitmen untuk tidak balas dendam dan menyerahkan penanganan pelanggaran kepada kepolisian. Lebih inovatif, mediasi ini juga menghasilkan solusi solidaritas berupa bantuan sukarela untuk biaya pengobatan korban dari pihak yang terlibat konflik, sebuah bentuk restorative justice yang konkret.
Membangun perdamaian pasca-mediasi memerlukan intervensi yang menyasar akar masalah pemuda. Rekomendasi kebijakan: (1) Pemerintah Desa bersama Karang Taruna perlu menyelenggarakan festival olahraga atau seni budaya antar-dusun secara rutin untuk mengalihkan rivalitas ke saluran yang positif, (2) Kepolisian dan Satpol PP harus konsisten menertibkan penggunaan knalpot brong dan modifikasi kendaraan yang melanggar, sebagai bagian dari penegakan hukum yang preventif, (3) Membentuk forum pemuda lintas dusun yang difasilitasi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa, dengan agenda pembahasan isu-isu bersama dan pelatihan kewirausahaan, untuk mengurangi pengangguran dan kejenuhan yang rentan disalurkan ke konflik.