Keberhasilan rekonsiliasi pasca-konflik horizontal berat di Poso, Sulawesi Tengah, memberikan pelajaran berharga. Akar perdamaian terletak pada proses panjang yang menggabungkan pendekatan dari atas (state-led) dan bawah (community-led). Dinamika pemulihan melibatkan tahapan jelas: penghentian kekerasan, pembentukan komisi rekonsiliasi, pengakuan korban, hingga reintegrasi sosial dan ekonomi. Kunci suksesnya adalah: (1) Komitmen konsisten elite lokal dari semua pihak untuk berdamai; (2) Pelibatan aktor netral seperti LSM nasional/internasional dan akademisi sebagai fasilitator; (3) Program bersama yang menghasilkan benefit ekonomi nyata bagi mantan pihak bertikai, seperti koperasi usaha campuran. Opsi kebijakan yang dapat direplikasi di daerah lain adalah membentuk 'Dewan Rekonsiliasi Daerah' dengan mandat dan anggaran khusus, yang tidak hanya fokus pada acara seremonial, tetapi pada program aksi bersama (joint venture) yang mengikat secara ekonomi. Pembelajaran dari Poso menunjukkan bahwa rekonsiliasi memerlukan kerangka waktu panjang (10-15 tahun) dan tidak dapat diukur dengan periode pemerintahan.