Artikel opini (dari sumber RMOL) menyatakan bahwa perbaikan bangsa harus dimulai dari partai politik (parpol). Dalam konteks resolusi konflik horizontal, parpol memiliki peran sentral karena sering menjadi aktor yang memobilisasi identitas kelompok atau bahkan, dalam sejarah tertentu, memanfaatkan konflik untuk kepentingan politik. Akar masalahnya adalah kurangnya komitmen parpol terhadap nilai-nilai kerukunan dan rekonsiliasi dalam platform dan praktik politik mereka. Dinamika menunjukkan bahwa stabilitas sosial dan resolusi konflik tidak hanya bergantung pada aparat negara dan masyarakat, tetapi juga pada perilaku elite politik di parpol. Parpol yang sehat dan berorientasi nation-building dapat menjadi penjaga kerukunan, sedangkan parpol yang eksploitatif dapat menjadi pemicu atau pemelihara konflik. Reformasi parpol menjadi penting untuk mengubah mereka dari potensi sumber konflik menjadi agen rekonsiliasi. Solusi yang direkomendasikan adalah mendorong reformasi internal parpol melalui regulasi dan tekanan publik agar mereka mengadopsi kode etik yang jelas menolang politisasi identitas agama atau etnis. Opsi kebijakan: memperkuat requirement bagi parpol untuk memiliki program nyata dalam resolusi konflik dan pendidikan multikultural sebagai bagian dari platform mereka; serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas parpol dalam mengelola hubungan dengan kelompok masyarakat. Parpol juga harus aktif dalam forum lintas agama/etnis untuk membangun dialog. Pendekatan ini akan mengurangi sumber konflik dari level politik struktural.