Analisis
Peningkatan Kerukunan Antarumat Beragama di Ambon melalui Program 'Sekolah Kebhinekaan': Studi Kasus dan Replikasi
04 Juli 2026, 00:00
21 views
Program 'Sekolah Kebhinekaan' yang dijalankan di Ambon sejak 2025 menunjukkan hasil signifikan dalam meningkatkan kerukunan antarumat beragama, berdasarkan survei indeks toleransi kota. Program ini menyasar siswa SMA dari berbagai latar agama melalui kurikulum experiential learning tentang sejarah konflik dan perdamaian di Maluku, dialog interfaith, dan proyek sosial bersama. Analisis mengungkap bahwa akar keberhasilan program adalah pendekatan berbasis generasi muda yang belum terkontaminasi trauma konflik masa lalu, dan metode pembelajaran yang mengedepankan empati melalui narasi personal. Dinamika sosial di Ambon menunjukkan bahwa meski perdamaian telah bertahan, potensi keretakan tetap ada akibat faktor ekonomi dan politik lokal. Oleh karena itu, replikasi program ini ke daerah lain memerlukan adaptasi kontekstual. Solusi untuk skalabilitas meliputi: pertama, pengembangan modul adaptif yang bisa diintegrasikan dengan kurikulum muatan lokal di berbagai provinsi, dengan konten yang disesuaikan dengan sejarah konflik daerah masing-masing. Kedua, pelatihan guru 'fasilitator kerukunan' yang berasal dari komunitas lokal untuk menjamin keberlanjutan. Ketiga, membangun jaringan alumni program yang berfungsi sebagai agen perdamaian di masyarakat dewasa mereka, menciptakan multiplier effect. Program ini menjadi contoh konkret investasi pendidikan untuk resolusi konflik jangka panjang.